Posts

Mengintip ElaElo

Image
Jadi tu pas buka X (twitter) hari ini ketemu cuitan mengenai elaelo, yang katanya dikembangin buat gantiin X karena X mau diblokir akibat ngijinin konten 18+. Reaksi pertama saya adalah : "namanya absurd sekali ya". Demikian juga dengan tagline yang seolah menunjukkan ambisi ingin menjadi medsos pengganti X / Twitter di ranah lokal. Setelah itu saya mencoba mencari tahu lebih jauh, ini sebenarnya apaan? Penampilan Antarmuka web "medsos pengganti X" yang beralamat di elaelo.id ini kalau dibuka sangat edgy sekali dengan foto topeng karakter dari film V for Vendetta yang sering dikaitkan dengan hacker dan yang berbau rebel. Namun di sisi lain sangat boomer dan birokratis dengan adanya gambar Garuda Pancasila yang merupakan lambang negara, apakah website ini adalah buatan pemerintah? Tampilan form untuk Sign in sekilas nampak seperti template css Twitter. Siapa di balik ElaElo? Saya coba untuk kepo lebih jauh dengan mencari data registrar domainnya melalui whois Ternyat

Membandingkan Layanan Kompres PDF Online (2)

Image
Ini adalah lanjutan dari post sebelumnya . Saya akan mereview layanan kompres PDF online dari Adobe dan FreeConvert masih menggunakan file PDF yang sama dari sini . Adobe Tampilannya terkesan profesional, tidak mengehrankan karena nama besar Adobe yang merupakan raksasa software. Menurut saya proses upload PDFnya agak lambat, atau mungkin memang saat saya mencoba ini koneksi sedang kurang lancar. Secara default akan disetting kompresi ke level High untuk mendapatkan rasio kompresi maksimal namun dengan mengorbankan kualitas filenya. Saya coba ke level Medium saja. Setelah proses kompresi dilakukan didapatkan informasi ukuran file berkuran menjadi 3,61 MB. FreeConvert Layanan kompres PDF selanjutnya adalah dari FreeConvert Untuk menemukan menu pengaturan level kompresi halaman harus digeser ke bawah sedikit, saya gunakan level Medium.  Notifikasi menampilkan hasil kompresi hanya di angka 3%. Saya cek ukuran file hasil kompresi melalui terminal Linux (nama file sudah diubah untuk memud

Membandingkan Layanan Kompres PDF Online

Image
Kalau pernah berurusan dengan birokrasi pasti mengalami harus upload file pdf (yang kadang masih tetap diminta mengumpulkan berkas fisiknya) untuk diupload ke web, yang nyebelin itu proses upload kadang tidak berjalan sesuai harapan karena ukuran file dibatasi (kadang batas ukurannya juga tidak masuk akal karena terlalu kecil). Oleh karena itu mengompress file pdf menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari. Sejumlah website menyediakan layanan untuk mengompress ukuran file PDF tanpa kita harus menginstall software di laptop. Pada postingan kali ini akan direview sejumlah layanan kompres ukuran file PDF tersebut. Catatan: Menggunakan layanan online memiliki resiko keamanan data. Sebaiknya layanan ini tidak digunakan untuk file yang memuat data-data pribadi. Walaupun website tersebut tidak menyimpan file yang diupload user namun sebagai langkah terbaik adalah menghindari file data pribadi untuk dikompres menggunakan layanan online. Akan digunakan file PDF ini yang berukuran 4,2 MB untuk

Mengekstrak Halaman dari File PDF dengan pdfly

Image
pdfly adalah aplikasi berbasis CLI yang ditulis dalam bahasa Python untuk memodifikasi file PDF. Terdapat beberapa fungsi yang bisa dimanfaatkan, kali ini akan dibahas mengenai penggunaan pdfly untuk mengekstrak halaman. Sebelumnya pastikan sudah menginstall Python dan pip. Di distro Linux berbasis Ubuntu dan Debian instalasi dapat dilakukan melalui command sudo apt install python3 python3-pip Selanjutnya install pdfly menggunakan perintah berikut melalui terminal pip install pdfly User dapat mengekstrak halaman dari sebuah file pdf , misal mengambil halaman pertamanya saja untuk dicopy ke file baru. Untuk mengekstrak halaman gunakan perintah pdfly cat nama_file_input.pdf nomor_halaman -o nama_file_output.pdf Misal halaman pertama dari sebuah file pdf akan diambil dan disimpan ke file baru dengan nama p0.pdf, eksekusi perintah berikut melalui terminal pdfly cat nama_file_input.pdf 0 -o p0.pdf catatan: halaman pertama dihitung sebagai halaman ke-0 jadi perintah di atas menggun

Belajar dari Santo Suruh

Di tengah perekonomian yang sulit ini, memiliki pekerjaan adalah sesuatu hal yang patut disyukuri. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk negara kita menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan. Setelah pandemi pun keadaan ekonomi masih belum stabil, lowongan kerja tidak semudah dulu. Misalnya di bidang IT saya sendiri merasakan bedanya jumlah tawaran freelance sebelum dan setelah pandemi melanda sangat jauh. Untuk orang yang menjadi korban PHK tentu kondisinya sangat sulit apalagi di negara ini hampir semua lowongan mematok batas usia maksimal bagi pelamarnya, padahal yang butuh kerja di usia yang tidak muda juga banyak. Di tengah kondisi sulit tersebut ada seseorang yang ternyata memiliki ide kreatif. Dikenal sebagai Santo Suruh yang memiliki akun instagram suruh_santo , Santo Suruh memiliki tagline yaitu "Kalau mau punya duit harus mau disuruh". Usahanya ini berdiri sejak 2019 dan melayani seluruh dunia. Wow sungguh tagline dan komitmen yang luar biasa! Yang dila

Tentang UKT dan IPI

Image
Masih membahas seputar Uang Kuliah Tunggal ( UKT ) yang semakin mahal dari tahun ke tahun, yang menarik pada tahun ajaran baru nanti adalah pemberlakuan Iuran Pembangunan Institusi (IPI) yang dikenakan kepada mahasiswa baru terutama yang diterima di PTN dengan status sebagai PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum). Apabila sebelumnya yang wajib dibayarkan oleh mahasiswa baru hanyalah UKT, nantinya juga akan ditambah dengan IPI. Hal ini sebenarnya adalah sebuah kondisi yang problematik, mengapa? Mengutip artikel di harian Kompas , UKT pertama kali diterapkan di PTN pada tahun 2013. Konsep UKT ini adalah untuk menyederhanakan pungutan biaya kuliah. PTN hanya boleh memungut UKT, tidak boleh mengenakan biaya lain seperti uang lab, uang SKS, uang pembangunan gedung, dll. Besaran nilai UKT didapat dari Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dikurangi biaya yang ditanggung pemerintah. Adapun BKT merupakan jumlah total biaya operasional per mahasiswa per semester pada sebuah program studi di PTN. T

Solusi UKT Mahal

Tingginya nominal UKT tahun ajaran mendatang menjadi topik yang masih hangat dibahas saat ini. Angka kenaikannya rata2 diatas 3x lipat dari nilai sebelumnya. Sebenarnya UKT ini ada beberapa tingkatan, namun tingkatan paling murah tidak mungkin didapat kebanyakan orang karena hanya diperuntukkan bagi penerima KIP yang jumlahnya terbatas itupun masih sering salah sasaran. Masyarakat kebanyakan adalah kelas menengah taraf gaji UMR yang seringkali tidak mungkin anaknya masuk kelas UKT terbawah, apalagi kalau orang tuanya PNS hampir bisa dipastikan dapat UKT level atas. Naiknya UKT ini sebenarnya penyebabnya sangat sistematis. Salah satunya akibat banyaknya PTN yang diberi status sebagai PTNBH yang mana "dilepaskan" pemerintah agar menghidupi dirinya sendiri. Pada prakteknya PTNBH seringkali mengambil jalan pintas dengan membebankan biaya ke UKT mahasiswa. Padahal di sisi lain status PTNBH memberikan keleluasaan kepada universitas untuk mengembangkan bisnis yang diharapkan bisa j