Posts

Mengekstrak Halaman dari File PDF dengan pdfly

Image
pdfly adalah aplikasi berbasis CLI yang ditulis dalam bahasa Python untuk memodifikasi file PDF. Terdapat beberapa fungsi yang bisa dimanfaatkan, kali ini akan dibahas mengenai penggunaan pdfly untuk mengekstrak halaman. Sebelumnya pastikan sudah menginstall Python dan pip. Di distro Linux berbasis Ubuntu dan Debian instalasi dapat dilakukan melalui command sudo apt install python3 python3-pip Selanjutnya install pdfly menggunakan perintah berikut melalui terminal pip install pdfly User dapat mengekstrak halaman dari sebuah file pdf , misal mengambil halaman pertamanya saja untuk dicopy ke file baru. Untuk mengekstrak halaman gunakan perintah pdfly cat nama_file_input.pdf nomor_halaman -o nama_file_output.pdf Misal halaman pertama dari sebuah file pdf akan diambil dan disimpan ke file baru dengan nama p0.pdf, eksekusi perintah berikut melalui terminal pdfly cat nama_file_input.pdf 0 -o p0.pdf catatan: halaman pertama dihitung sebagai halaman ke-0 jadi perintah di atas menggun

Belajar dari Santo Suruh

Di tengah perekonomian yang sulit ini, memiliki pekerjaan adalah sesuatu hal yang patut disyukuri. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk negara kita menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan. Setelah pandemi pun keadaan ekonomi masih belum stabil, lowongan kerja tidak semudah dulu. Misalnya di bidang IT saya sendiri merasakan bedanya jumlah tawaran freelance sebelum dan setelah pandemi melanda sangat jauh. Untuk orang yang menjadi korban PHK tentu kondisinya sangat sulit apalagi di negara ini hampir semua lowongan mematok batas usia maksimal bagi pelamarnya, padahal yang butuh kerja di usia yang tidak muda juga banyak. Di tengah kondisi sulit tersebut ada seseorang yang ternyata memiliki ide kreatif. Dikenal sebagai Santo Suruh yang memiliki akun instagram suruh_santo , Santo Suruh memiliki tagline yaitu "Kalau mau punya duit harus mau disuruh". Usahanya ini berdiri sejak 2019 dan melayani seluruh dunia. Wow sungguh tagline dan komitmen yang luar biasa! Yang dila

Tentang UKT dan IPI

Image
Masih membahas seputar Uang Kuliah Tunggal ( UKT ) yang semakin mahal dari tahun ke tahun, yang menarik pada tahun ajaran baru nanti adalah pemberlakuan Iuran Pembangunan Institusi (IPI) yang dikenakan kepada mahasiswa baru terutama yang diterima di PTN dengan status sebagai PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum). Apabila sebelumnya yang wajib dibayarkan oleh mahasiswa baru hanyalah UKT, nantinya juga akan ditambah dengan IPI. Hal ini sebenarnya adalah sebuah kondisi yang problematik, mengapa? Mengutip artikel di harian Kompas , UKT pertama kali diterapkan di PTN pada tahun 2013. Konsep UKT ini adalah untuk menyederhanakan pungutan biaya kuliah. PTN hanya boleh memungut UKT, tidak boleh mengenakan biaya lain seperti uang lab, uang SKS, uang pembangunan gedung, dll. Besaran nilai UKT didapat dari Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dikurangi biaya yang ditanggung pemerintah. Adapun BKT merupakan jumlah total biaya operasional per mahasiswa per semester pada sebuah program studi di PTN. T

Solusi UKT Mahal

Tingginya nominal UKT tahun ajaran mendatang menjadi topik yang masih hangat dibahas saat ini. Angka kenaikannya rata2 diatas 3x lipat dari nilai sebelumnya. Sebenarnya UKT ini ada beberapa tingkatan, namun tingkatan paling murah tidak mungkin didapat kebanyakan orang karena hanya diperuntukkan bagi penerima KIP yang jumlahnya terbatas itupun masih sering salah sasaran. Masyarakat kebanyakan adalah kelas menengah taraf gaji UMR yang seringkali tidak mungkin anaknya masuk kelas UKT terbawah, apalagi kalau orang tuanya PNS hampir bisa dipastikan dapat UKT level atas. Naiknya UKT ini sebenarnya penyebabnya sangat sistematis. Salah satunya akibat banyaknya PTN yang diberi status sebagai PTNBH yang mana "dilepaskan" pemerintah agar menghidupi dirinya sendiri. Pada prakteknya PTNBH seringkali mengambil jalan pintas dengan membebankan biaya ke UKT mahasiswa. Padahal di sisi lain status PTNBH memberikan keleluasaan kepada universitas untuk mengembangkan bisnis yang diharapkan bisa j

Tantangan Masa Depan yang Akan Dihadapi Reviewer Otomotif Maju Jadi Bakal Calon Bupati

Belum lama ini seorang yutuber otomotif yang sering dipanggil sebagai pagub / pak gubernur akibat salah disangka sebagai Ridwan Kamil memutuskan untuk terjun ke dunia politik skena kabupaten yaitu dengan menjadi bakal calon bupati Klaten. Keputusan ini bisa dibilang unexpected mengingat sebelumnya beliau pindah ke daerah adalah untuk menjauh dari hiruk pikuk ibukota. YouTuber spesialis otomotif Ridwan Hanif sudah mengambil keputusan. Dia siap maju menjadi calon Bupati Klaten. #newsupdate #update #news #oneliner https://t.co/eIAciOeVi7 pic.twitter.com/mdJiQo0bTH — kumparan (@kumparan) May 18, 2024 Memang apapun bisa terjadi dalam dunia politik, kalau kita ingat lagi sudah sangat banyak contohnya: anaknya pak itu yang dulu pernah ngomong tak mau ikut terjun ke dunia politik akhirnya sekarang njegur kok demikian pula dengan adiknya yang langsung jadi ketum partai jadi seharusnya langkah pagub ini tidak mengagetkan kita semua. Memang akhirnya ada downgrade karena label gubernur ya

Ribut-Ribut Kuliah (S1) Pendidikan Tersier

Dari awalnya soal UKT mahal sampai akhirnya blunder pejabat kementerian yang menyebutkan kuliah sebagai pendidikan tersier. Kemudian hal ini banyak diterjemahkan sebagai kuliah bukan kebutuhan yang penting. Saya akan menuliskan pendapat, benarkan kuliah (S1) itu ga butuh-butuh banget? Pemerintah sudah sejak lama menetapkan program wajib belajar, yang sebenarnya sudah menunjukkan concern pemerintah mengenai level pendidikan yang (seharusnya) wajib ditempuh warga negara. Sebelum era reformasi, wajib belajar ditetapkan 9 tahun yaitu SD (pendidikan dasar -  6 tahun) dan SMP (pendidikan menengah - 3 tahun). Kemudian saat ini wajib belajar sudah ditambah menjadi 12 tahun dengan tambahan jenjang SMA (pendidikan atas - 3 tahun). Warga negara yang telah tuntas wajib belajarnya diharapkan memiliki kompetensi dasar yang diperlukan untuk menjalankan perannya dalam masyarakat. Namun apakah itu sudah cukup? Pendidikan yang ditempuh warga masyarakat memiliki konsekuensi yang sangat vital dalam perja

Pemimpi

Senja mengiring pak tua ke peraduan Tangan kurusnya bergetar, digenggam asa yang fana Lapar mengejan bertemu dahaga mengguncang Entah apa dia hadapi malam ini Mungkin tak jauh beda, sepi Senja mengiring pak tua pulang Sisa peluh di keningnya, disusul yang baru Bibirnya bergumam teriring harap tak sesaat Mungkinkah esok yang sama Entah bila tak sama, ia tersenyum Senja mengiring pak tua ke pucuk rindu Harap harinya membaik Tak harus berlelah di waktunya kini Siapa jua mendengar jeritnya Siapa sudi menjadi teman mengadu Senja mengiring pak tua kembali Dari atas hamparan sajadah, pintu langit coba ia ketuk Dari baris jajaran pendo’a, lidahnya bertekuk Angan yang ia rangkai, terjagakan upaya Sebagaimana manusia, sebagaimana yang lain Ia juga punya mimpi    Karanganyar, 20 Maret 2024