Posts

Menyikapi Wacana Pemerintah Menutup Prodi yang Tidak Relevan dengan Industri

Universitas itu sebenarnya ranahnya untuk pengembangan ilmu. Di sana harusnya menjadi rumah untuk pemikir, intelektual, atau begawan-begawan ilmu yang mengembangkan keilmuan *contoh gampangnya mirip kayak zaman filsuf Yunani. Nah, kalau untuk mencetak pekerja itu sebenarnya ranahnya pendidikan vokasi. Grand design kebijakan pendidikan kita patut dipertanyakan. Semua orang dituntut harus sarjana, sedangkan kenyataannya yang diminta adalah mencetak pekerja. Universitas tetap diperlukan, namun pola pikir dan kebijakan pendidikan kita perlu dibenahi. Untuk mencetak pekerja perkuat pendidikan vokasi, jangan pandang remeh lulusan SMK atau diploma kalau memang yang diinginkan negara banyak lulusan siap kerja. Universitas kalau dianggap tidak relevan ya ubah prodi sarjana ke prodi vokasi karena pendidikan paradigma vokasi lebih sesuai. Namun sarjana yang non vokasi bagaimanapun tetap diperlukan untuk pengembangan ilmu, namun bisa nanti porsinya diperkecil. Kalau relevansi dengan industri dijad...

Bagaimana Saya Menyikapi AI

Image
Saya merasa sekarang adalah masanya terjadi perubahan paradigma dalam bidang rekayasa perangkat lunak akibat maraknya penggunaan AI. Kalau dulu source code dipandang sebagai hasil kerja kasar manusia, sekarang source code tersebut dengan mudah bisa digenerate oleh mesin dan ini terus berkembang. Di postingan sebelumnya saya merasa fenomena ini akan mengurangi nilai dari coding craftsmanship. Saat ini juga sebagian interaksi yang terjadi di internet, misalnya di medsos, dilakukan oleh mesin lewat adanya akun-akun hasil generate AI. Sebagai dosen jurusan IT saya juga menggunakan AI untuk membantu proses coding dengan sejumlah prinsip sebagai berikut 1. AI adalah tools, bukan pengganti manusia Tidak bisa dipungkiri bahwa generative AI dan model-model AI agent yang terus bermunculan ini sudah mampu menghasilkan source code program *dengan kualitas generated code yang beragam, tergantung model dan manusia yang mendesain konfigurasinya. Namun sebagai akademisi saya tetap menempatkan AI seb...

Vibe Coding Atau Engga Nih?

Image
Sebagai tukang ketik (programmer) yang dibesarkan di era Stackoverflow , saya memahami sepertinya memang sekarang terjadi pergeseran paradigma pemrograman. Saat ini yang terjadi adalah senjakala paradigma coding sebagai 100% pekerjaan manusia berganti menjadi coding adalah pekerjaan yang dilakukan mesin.  Di satu sisi saya bisa memahami kalau memang coding juga fana, akan ada masanya programmer menjadi pekerjaan yang kurang prestige. Perkembangan teknologi yang disetir oleh kapitalisme sayangnya memang tidak bisa dibendung, termasuk soal AI dalam percodingan. Adanya AI agent untuk coding sudah mulai umum digunakan dan memang sangat membantu. Namun di sisi lain saya juga kontra dengan AI agent coding ini karena alasan berikut : 1. Hilangnya coding craftsmanship  Saya memandang source code layaknya sebuah karya seni konvensional lainnya seperti lukisan, sajak, atau patung. Butuh keterampilan, bakat, ketelitian, ketekunan, keahlian, dan proses tak kenal lelah untuk menghasilkan s...

Hyprland Landed in Debian 13 Backports, But...

Image
Hyprland, a popular Wayland compositor that widely available in cutting-edge distro, finally reach Debian stable. It is a good news, Debian stable somehow trying to catch up with latest trends while maintain the well known stability. If you activate Debian backports repository, you can find hyprland is installable . Hyprland in the Synaptic package manager I will try to install hyprland in Debian stable (Debian 13 / trixie) and tell you about the experience. UPDATE : Unfortunately, hyprland can not be installed in Debian 13. error message installing hyprland in Debian The error message explain that hyprland in exists in the database but the installation is impossible due to dependecies problem. I think Debian user must try other methods to install hyprland such as use Jakoolit script , I just stay with Openbox.

Rupiah Exchange Rate is Going Worse

It is not the best time for Rupiah, the currency from Indonesia, the exchange rate from USD to IDR is more than 17k. While we compare to the ASEAN region, it is also bad. The exchange rate from ringgit Malaysia to IDR is more than 4k. Singapore Dollar also superior, it is more than 13k to IDR.  I just can not forgive the incompetence of our government to maintain the competitive environment for doing any business. They must know about bribe and corruption that being the main obstacle to grow our economy, but they only thinking about their self and their chrony. And don't forget about the president, for his thirsty of validation from foreign country. I think, it just enough, we deserve better future.

Masih tentang Verifikasi Usia Pengguna Sistem Operasi

Image
Masih melanjutkan postingan sebelumnya https://www.ardhi.web.id/2026/02/verifikasi-usia-pengguna-perangkat.html  yang awalnya karena ga sengaja baca twit ini https://x.com/LundukeJournal/status/2026783141298360692 . Di Amerika Serikat akan diberlakukan undang-undang baru yang mempengaruhi penggunaan sistem operasi, paling kerasa nanti Linux dan keluarga BSD. Dimulai dari negara bagian California yang akan menerapkan "AB-1043 Age verification signals: software applications and online services." ( https://leginfo.legislature.ca.gov/faces/billTextClient.xhtml?bill_id=202520260AB1043 ) mulai Januari 2027, isinya tentang kewajiban bagi user perangkat (komputer, laptop, smartphone) untuk mendeklarasikan usianya saat setup perangkat dilakukan.   Menurut UU mereka ini, perlu diketahui kelompok usia user misalnya user di bawah 13 tahun, user 13 - 16 tahun, user 16-18 tahun, dan user 18 tahun ke atas. Kalau kondisi sekarang sepertinya mirip perangkat Android yang minta user login pakai...

Apakah Kita Perlu Pakai Laptop Gaming?

Image
Penggunaan laptop sudah sangat umum bagi sejumlah kalangan mulai dari anak sekolah, pekerja kantor, freelancer, guru, ataupun untuk penggunaan lain yang tidak terikat profesi. Jenis laptop juga sangat bervariasi dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Salah satu pengelompokan jenis laptop yang dikenal masyarakat adalah laptop gaming dan laptop non gaming. Apa sih laptop gaming itu? Singkatnya, disebut laptop gaming karena spesifikasi laptopnya ditujukan untuk bermain game. Di sini game yang dimaksud adalah jenis game kelas AAA: game yang dibuat secara profesional oleh studio game, umumnya memiliki tampilan grafis yang "realistis" dan karena itu untuk memainkannya dibutuhkan perangkat keras dengan spesifikasi khusus agar dapat dijalankan dengan maksimal. Karakteristik laptop gaming Spefisikasi khusus yang dibutuhkan untuk memainkan game AAA ini ada di Graphical Processing Unit (GPU) yang bertugas untuk mengolah komputasi yang berkaitan dengan tampilan grafis. Game AAA dibangun m...