Opini - Less Evil? Semua Akan Oportunis Pada Akhirnya
Mendekati pilpres 2024, salah satu jargon yang sering didengungkan untuk melawan pilihan golput adalah "pilih yang lebih sedikit mudhorotnya" atau istilah lain dalam bahasa Inggris "less evil". Menurut saya jargon tersebut tidak relevan dan tidak "nendang" untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Mengapa begitu? Sebaiknya kita tidak lupa, jargon tersebut sudah dimunculkan dan sering disebarkan pada pilpres periode sebelumnya. Ada sosok yang memang nampak lebih sedikit kekurangannya, tidak membawa beban masa lalu, sosok yang populis dan dicintai kalangan umum. Setelah sekian tahun berlalu, sebenarnya ya belum jaminan juga jargon "less evil" itu tidak mengecewakan. Mungkin awalnya memang idealismenya bagus, namun ternyata di politik idealis saja tidak cukup, perlu kompromi-kompromi dengan pihak-pihak berkepentingan lainnya. Akhirnya sering sekali dilakukan "bagi-bagi kue", simpatisan yang berperan menggalang dukungan ketika pilpres dib...