Posts

Showing posts with the label curcol

Curcol : Mbuh Piye Carane

Belum lama ini saya mengalami kejadian tak terduga : kendaraan perlu service mayor, serta beberapa pengeluaran yang di luar rencana. Jadinya butuh nomboki tiap bulan.  Sekarang terasa kalau memang sebaiknya kita perlu menyiapkan dana cadangan di luar budget yang sudah rutin keluar tiap bulan. Di masa-masa sekarang, akibat pandemi saya merasakan lebih susah mencari sumber cuan yang sesuai dengan kondisi saya yang audah bekerja.  Sebaiknya sekarang apa saja kalau halal dan ada duitnya kita lakukan saja. Saat ini sedang rutin kejar setoran sehari 3x postingan di blog. Trus kepikiran juga buat nyusun CV yang lebih proper, dengan mengupdate portofolio hasil coding, namun kendalanya di waktu yang terasa masih kurang terus buat ngurusi kerjaan kantor dan urusan rumah. Wis mbuh piye carane, diusahakne sik.

Curcol : Susahnya Mencari Sampingan di Masa Pandemi

Sudah beberapa minggu ini saya mencari info kerja sampingan. Akibat beberapa pengeluaran tak terduga di luar rencana, bikin saya tekor. Pandemi ini membuat saya lebih susah nyari kerjaan sampingan. Dulu biasanya saya tinggal kontak beberapa kolega, sering dapet beberapa task yang bisa dikerjain. Tapi sekarang kondisinya berbeda. Ada kolega yang saya lihat kantornya sudah tutup, kemudian dia jadi pegawai di tempat lain. Sementara kolega lain belum dapat memberikan lowongan yang saya harapkan. Sebenarnya ada beberapa platform yang menyediakan lowongan kerja remote yang bisa dikerjakan dari mana saja secara fleksibel, namun sulit sekali menembusnya. Misalnya upwork, jumlah saingan sangat banyak. Di luar upwork masih banyak lainnya, namun kendala kurangnya portofolio serta jam kerja yang diminta membuat saya belum menemukan lowongan yang cocok. Semoga nanti ketemu apa yang saya cari, mohon do'anya teman-teman.

Mengenang Pakpuh Ratno

Setelah pemerintah mengumumkan hari raya Idulfitri 1440H jatuh hari Rabu 5 Juni 2019, malem ini suara takbir terdengar sahut menyahut. Sejumlah hal saya alami hari ini, anggap saja postingan ini adalah semacam curcol saya. Pagi ini ada berita duka, kami sekeluarga mendapat kabar Pakpuh Ratno meninggal. Pakpuh adalah kakak laki-laki tertua di keluarga ibuk. Ibuk sering menceritakan tentang pakpuh yang sejak kecil dirawat oleh keluarga yang dijadikan tempat ngekosnya. Pada jaman dulu lazim seorang anak dianggap sebagai anak sendiri, atau bahkan diangkat sebagai anak, oleh keluarga yang ditempati ketika merantau (biasanya anak muda jaman dulu sudah mulai merantau sejak usia sekolah). Kisah hidup pakpuh membawa beliau hingga ke ibu kota, di sana beliau sempat bekerja di Peruri. Ibuk yang pada waktu itu masih kecil tidak pernah mengalami masa kecil bersama dengan pakpuh, pakpuh sudah hidup terpisah dengan keluarga ketika ibu baru lahir. Ibuk adalah anak kedua dari belakang, sedagkang pakpuh...

Pengalaman Reschedule (Mengubah Jadwal) Tiket Kereta di Stasiun Lempuyangan

Hari ini saya memesan tiket kereta api Kahuripan untuk keberangkatan 18 Mei 2017 jurusan Lempuyangan - Paron lewat salah satu web e-commerce yang sedang naik daun yaitu bukal****. Harga tiket 84.000 rupiah dengan tambahan biaya administrasi 4.500, lumayan lah ini karena pengalaman saya dulu di situs online lain biaya tambahan biasanya antara 6.500 sampai 7.500 rupiah. Jadi total yang harus saya bayar adalah 88.500. Ndilalah karena sesuatu hal saya harus mengubah jadwal pulang saya menjadi 20 Mei 2017. Daripada mubadzir saya pun memutuskan untuk mengubah jadwal tiket kereta yang saya pesan karena telah saya lunasi tagihannya. Berbekal informasi hasil googling, saya diharuskan menuju stasiun untuk mengurusi pengubahan jadwal tersebut. Saya menuju stasiun Lempuyangan setelah sebelumnya minta ijin dari kantor. Saya pun mengantri ke customer service untuk mengurus reschedule tiket tersebut. saya dapat antrian CS ke 68 dan pada saat itu antrian sudah sampai ke 57. ...

Tentang Seleb Medsos

Image
Menggeliatnya jumlah pengguna internet di Indonesia memunculkan berbagai fenomena yang dahulu mungkin belum pernah terbersit dalam pikiran. Salah satunya adalah mengubah persepsi masyarakat tentang selebritis. Ya, label seleb sekarang bukan hanya milik para artis yang muncul di TV atau film, namun juga milik mereka yang eksis di medsos. Dahulu pernah ada istilah selebtwit, sebutan bagi akun twitter yang punya banyak follower dan cuitan yang banyak diretweet. Namun setelah popularitas twitter kian meredup, selebtwit seolah ikut tenggelam. Saya juga teringat, sebelum atau hampir bersamaan dengan era twitter, blog pernah berjaya dan memunculkan para seleblog. Tentu kita masih ingat nama semacam Raditya Dika atau Agus Mulyadi . Berbekal tulisan yang unik dan menggelitik, mereka menarik banyak pembaca setia. Namun kemudian seleblog pun menghilang seiring beralihnya minat para pengguna internet ke konten-konten multimedia seperti gambar dan video. Saya amati sekarang Instagram dan Youtub...

Wisuda dan (uhuk) Nikah

Bukan, saya belum akan bercerita tentang wisuda saya karena memang belum terlaksana. Hari ini adik2 tingkat S1 Informatika di UNS melaksanakan wisuda, ada lumayan banyak nama yang cukup akrab dengan saya. Irul, Bagus, selamat semoga menjadi sarjana yang mabrur... Ada dua peserta wisuda dari angkatan 2012 yang menjadi perhatian saya. Sudah empat tahun, ya sebenarnya wajar-wajar saja sih karena memang sudah waktunya lulus. Tapi bukan itu, ada dua orang adik tingkat peserta wisuda yang juga merupakan pasangan suami istri. Coba, dari teman seangkatan, kemudian nikah di saat masih kuliah, dan akhirnya wisuda bareng (tepat waktu pula studinya). Kabar pernikahan keduanya waktu itu tentu saja membuat teman-teman seangkatannya baper dan kakak tingkatnya bermuhasabah. Bukan, saya tidak akan mengajak teman-teman baper berjamaah... Salut dek untuk keberanian kamu, kamu lelaki sejati seutuhnya...😅 Salut pula untuk orang tua keduanya yang mendukung keputusan anaknya. Tentunya saya baru bisa m...

Berjuanglah Para Pejuang Tesis

30 Agustus 2016 Perjuangan belum selesai... Hari ini saya (memaksa) menyelesaikan paper tesis yang harus ditulis dalam bahsa Inggris. Untuk membuat tiga halaman A4 dengan format dua kolom per halamannya ternyata sangat menguras mental dan pikiran dengan kemampuan bahasa Inggris pasif ini. Sebaiknya membekali diri dengan kemampuan bahasa Inggris aktif agar hal-hal seperti ini bisa lebih mudah. Sementara itu, Adit dan Catur akhirnya telah mendapatkan jadwal sidang. Adit yang akan memulai pra-tesis dan Catur yang akhirnya maju kembali untuk menghadapi sidang akhir setelah harus membuat program tambahan yang diminta para penguji. Sedangkan saya sendiri masih berusaha supaya bisa maju sidang akhir. Semangat teman-teman, jangan menyerah, semoga dimudahkan... 31 Agustus 2016 Hai kamu, sudahkan targetmu hari ini tercapai? Hari yang cukup melelahkan dengan usaha untuk memenuhi deadline paper submission Submit ke mana mas? Ehm, tunggu nanti kalau sudah ada kabar Dan hari esok t...

Menjaga Semangat Menyelesaikan Tanggungan

Bulan ini, 1 tahun yang lalu saya mulai berproses dengan tesis yang diawali dengan proses proposal. Dan pada saat itu saya harus seminar proposal 2 (mengulang). Antara bejo atau tidak bejo, tipis. Seminar proposal yang kedua seperti mendapat kemudahan lebih. Ada hikmah dan hal lain di balik kegagalan seminar proposal pertama yang saya sering lupa untuk melihat. Dan sekarang 1 tahun setelah proposal tesis yang gagal tersebut, saya masih berproses. Banyak saya sadari bahwa saya masing sering belum menyegerakan pengerjaan tesis, memang benar sesungguhnya musuh paling besar adalah diri kita sendiri, di antaranya dari sifat-sifat kita yang tidak mendukung berkembangnya potensi diri. Jika gangguan kurang semangat itu masih sering datang, yang saya tahu hanya satu, semangat saya harus lebih besar dan jauh lebih besar dari rasa nyaman saya menunda.