Posts

Showing posts with the label pengalaman

Nostalgia Masa Keemasan Kampanye Software Open Source

Image
Tahun 2023 ini sudah hampir tidak pernah kita dengar "perseteruan" Linux vs Windows ataupun ajakan yang masif untuk menggunakan perangkat lunak kode sumber terbuka ( open source software ), orang-orang kalau beli laptop sekarang sudah tinggal pakai dan hampir tidak pernah ada drama-drama soal pilihan sistem operasi. Pada postingan kali ini saya akan mengajak pembaca untuk bernostalgia sejenak, sekaligus memperkenalkan sejarah bagi teman-teman yang sekitar satu dekade lalu belum mengalami " golden age " kampanye  software open source . Situasi pada Waktu Itu Sekitar satu dekade lalu, penetrasi internet belum seperti sekarang ini. Orang-orang pada umumnya masih mengandalkan koneksi internet yang disediakan kantor, mahasiswa kebanyakan masih bergantung pada wifi kampus. Koneksi internet  broadband  masih belum menjadi kebutuhan seperti sekarang, penggunaan smartphone juga masih jauh lebih sedikit jumlahnya. Penggunaan laptop sebagai  daily gear  pada waktu itu masi...

Pengalaman Mendaftar Kuliah S3 di Malaysia

Pada tahun 2023 ini saya mendapat kesempatan untuk melanjutkan kuliah di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), melalui postingan ini saya akan menuliskan pengalaman saya mengurus pendaftaran dan visa pelajar ( student pass ). PhD By Research Sebagai informasi di awal, kuliah S3 di Malaysia banyak yang menggunakan model kuliah by research . Maksudnya di sini adalah mahasiswa langsung terjun ke penelitian, porsi kuliah di kelas sangat sedikit. Yang saya alami, saya hanya diwajibkan mengikuti course research methodology . Sedangkan untuk jenjang S1 ( degree ) di Malaysia sama seperti di Indonesia yaitu kuliah by course . Kemudian untuk jenjang S2 ( master ) di Malaysia terdapat 2 pilihan yaitu by course dan by research . Kontak dengan Promotor Kultur akademik Malaysia hampir sama seperti negara Asia timur yaitu Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan yang mana calon mahasiswa S3 mencari promotor / supervisor / dosen pembimbing dulu sebelum mendaftar ke universitas. Yang saya alami adalah...

Pengalaman Mencari Kerja Sampingan di Grup Telegram

Karena suatu kebutuhan, saya harus mencari pekerjaan sampingan untuk backup saat ini. Kondisi pandemi yang terjadi di seluruh dunia saat ini ternyata ikut berpengaruh juga ke dunia freelance job dan proyekan. Sebelumnya relatif mudah untuk meminta info adanya peluang freelance IT (coding, programmer) ke kolega-kolega saya, namun saat ini ternyata menjadi jauh lebih susah. Seorang teman yang saya tanya menceritakan kalau koleganya yang sebelumnya sering melempar proyekan freelance dari startup yang dirintisnya sekarang sudah bangkrut. Teman lain yang saya tanya menawarkan freelance mengajar devops, namun saya tahu diri belum punya kapabilitas di bidang tersebut. Sampai kemudian saya mencari-cari grup freelance di Telegram. Beberapa grup saya dapatkan melalui fitur pencarian di aplikasi Telegram. Salah satunya adalah grup dengan nama "Freelancer - Indonesia". Saya amati grup tersebut yang paling ramai dibanding grup lain yang saya temukan, dengan 25 ribu lebih membernya. Namun ...

Pengalaman Newbie Menekuni AdSense

Tahun 2021 ini saya baru mulai menjajal dunia AdSense melalui blogging. Berbekal domain ardhi.web.id yang sebenarnya sudah cukup lama beredar, sempat offline juga karena tidak diperpanjang, dan beberapa kali pindah rumah. Pada Desember 2020 lalu saya melakukan apply untuk dapat menampilkan AdSense di blog saya ini. Blog ini menurut saya tidak rame-rame amat, nanggung lah, namun saya cukup berani untuk apply berbekal lamanya peredaran domain yang sudah saya rintis beberapa tahun lalu. Akhirnya pada 14 Desember 2020 saya mendapat email dari Google yang memberitahukan bahwa blog ini sudah siap menampilkan iklan dari AdSense, begitu bergembiralah hati saya pada waktu itu. Setelah beberapa bulan saya mengamati, pendapatan dari AdSense ini cukup fluktuatif untuk blog dengan traffic yang biasa-biasa saja. Di bulan-bulan awal setiap harinya pendapatan yang diperoleh berada di kisaran belasan rupiah saja, nampak sangat sedikit mengingat pembayaran dapat dilakukan setelah terkumpul 100 USD atau ...

Kiat Sukses Ujian Sertifikasi AWS Certified Cloud Practitioner

Setelah ujian pertama gagal pada bulan Agustus tahun lalu, alhamdulillah Februari ini saya sudah lulus sertifikasi AWS Ceritified Cloud Pratitioner. Sertifikasi ini singkatnya berisi soal-soal yang menguji pemahaman mengenai produk-produk Amazon Web Service, bisa dikatakan pula ini adalah level sertifikasi AWS paling dasar. Untuk bisa lulus, disyaratkan minimal jawaban benar adalah 70% dari keseluruhan soal yang berjumlah 65 soal dengan waktu pengerjaan 100 menit. Saya mengikuti ujian sertifikasi secara online dari rumah. Walaupun mengerjakan dari rumah, peluang untuk curang sangat kecil karena selama ujian peserta akan diawasi melalui webcam yang merekam gerak gerik peserta. Berdasarkan pengalaman saya, untuk bisa lulus dari ujian sertifikasi AWS Ceritified Cloud Pratitioner (dan mungkin juga untuk ujian sertifikasi sejenis) adalah dengan giat berlatih mengerjakan soal. Idealnya memang seharusnya ujian sertifikasi model seperti ini diambil setelah kita terbiasa dengan platform / prod...