Tipu-tipu Layanan Premium *123*552 dan *123*553

Akhir-akhir ini nomor Indos*t saya sering menerima SMS dari nomor-nomor seluler yang tidak diketahui identitasnya. Semua SMS twrsebut memiliki pola yang sama, berpura-pura memberitahukan sesuatu yang penting. Kadang bertindak seolah-olah dari operator seluler, yang agak keterlaluan adalah bertindak seolah-olah dari pemerintah.
Seperti misalnya SMS berikut

Saya diimingi-imingi berkesempatan memenangkan hadian jutaan rupiah karena masih memiliki poin yang belum ditukar. Entah poin apa itu tidak jelas. Saya diminta memasukkan kode seperti yang tertulis di SMS tersebut.
Ternyata setelah saya cek melalui kode *123*553# saya ketahui bahwa itu adalah layanan SMS premium berlangganan yang tentu saja akan memakan pulsa jika saya terdaftar ke dalamnya.

Contoh lain yang lebih wow. Kali ini saya mendapat SMS dari nomor yang berbeda, namun godaannya lebih besar. SMS ini seolah-olah berasal dari pemerintah. Saya diiming-imingi mudik gratis Kemenhub pada Lebaran 2018 ini, tinggal memasukkan kode seperti yang tertera pada SMS tersebut.

Ternyata setelah saya periksa melalui *123*552# itu juga adalah layanan SMS premium berlangganan yang memotong pulsa.

Cari duit zaman sekarang segini amat ya. Bagaimana kalau SMS seperti ini diterima oleh pengguna layanan seluler yang belum teredukasi, yang belum melek modus-modus penipuan, sepertinya bakal kena tipu.
Pemerintah selaku regulator dan pihak operator seharusnya peduli terhadap masalah ini, bagaimana caranya supaya modus seperti ini bisa dicegah. Misalnya dengan membuat larangan promosi layanan SMS premium dengan model SMS jebakan seperti yang saya terima.
Sedangkan di sisi konsumen, saya sarankan untuk lebih berhati-hati. Jangan mudah gelap mata membaca iming-iming yang gratis. Lha wong kencing saja mbayar, sepatutnya kita waspada ketika menerima SMS atau telepon yang menawarkan keuntungan seperti SMS yang saya terima tadi.
Demikian, semoga bermanfaat.

Comments