Pembahasan UAS Mata Kuliah Pengembangan Aplikasi Bergerak

Soal no. 1 Pembahasan soal no. 1 Mendistribusikan aplikasi yang dibuat orang lain memiliki resiko yang besar terhadap akun Google Play yang kita miliki. Aplikasi yang dibuat orang lain bisa saja memuat malware ataupun konten yang tidak sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Google, apabila hal tersebut ada di aplikasi yang diminta untuk kita upload, akun Google Play yang kita miliki dapat dibanned oleh Google. Jadi tidak disarankan untuk menggunakan akun Google Play developer untuk mengupload aplikasi yang dibuat oleh orang lain tanpa memastikan source code dan konten yang ada di dalamnya. Apabila tetap ingin mengunggah aplikasi yang dibuat oleh orang lain sebaiknya gunakan akun baru yang terpisah dari akun yang biasa kita gunakan. Soal no. 2 Pembahasan soal no. 2 Tracking aktivitas user di smartphone lazim digunakan untuk menghadirkan iklan yang terpersonalisasi, atau iklan yang sesuai dengan preferensi user. Hal ini akan meningkatkan peluang sebuah iklan diklik oleh user karena mem

Tipu-tipu Layanan Premium *123*552 dan *123*553

Akhir-akhir ini nomor Indos*t saya sering menerima SMS dari nomor-nomor seluler yang tidak diketahui identitasnya. Semua SMS twrsebut memiliki pola yang sama, berpura-pura memberitahukan sesuatu yang penting. Kadang bertindak seolah-olah dari operator seluler, yang agak keterlaluan adalah bertindak seolah-olah dari pemerintah.
Seperti misalnya SMS berikut

Saya diimingi-imingi berkesempatan memenangkan hadian jutaan rupiah karena masih memiliki poin yang belum ditukar. Entah poin apa itu tidak jelas. Saya diminta memasukkan kode seperti yang tertulis di SMS tersebut.
Ternyata setelah saya cek melalui kode *123*553# saya ketahui bahwa itu adalah layanan SMS premium berlangganan yang tentu saja akan memakan pulsa jika saya terdaftar ke dalamnya.

Contoh lain yang lebih wow. Kali ini saya mendapat SMS dari nomor yang berbeda, namun godaannya lebih besar. SMS ini seolah-olah berasal dari pemerintah. Saya diiming-imingi mudik gratis Kemenhub pada Lebaran 2018 ini, tinggal memasukkan kode seperti yang tertera pada SMS tersebut.

Ternyata setelah saya periksa melalui *123*552# itu juga adalah layanan SMS premium berlangganan yang memotong pulsa.

Cari duit zaman sekarang segini amat ya. Bagaimana kalau SMS seperti ini diterima oleh pengguna layanan seluler yang belum teredukasi, yang belum melek modus-modus penipuan, sepertinya bakal kena tipu.
Pemerintah selaku regulator dan pihak operator seharusnya peduli terhadap masalah ini, bagaimana caranya supaya modus seperti ini bisa dicegah. Misalnya dengan membuat larangan promosi layanan SMS premium dengan model SMS jebakan seperti yang saya terima.
Sedangkan di sisi konsumen, saya sarankan untuk lebih berhati-hati. Jangan mudah gelap mata membaca iming-iming yang gratis. Lha wong kencing saja mbayar, sepatutnya kita waspada ketika menerima SMS atau telepon yang menawarkan keuntungan seperti SMS yang saya terima tadi.
Demikian, semoga bermanfaat.

Comments