Bus Suroboyoan sebagai Duta Dangdut Koplo

"Dik mbiyen kowe janji karo aku
Nglakoni tresno suci kanthi ikhlas tekan mati
Ning nyatane ngapusi, cidro ati iki
Netes eluhku mili deres neng pipi"
Lirik lagu Kelingan Mantan dari NDX aka Familia mengalun kencang dari sound system bus Sugeng Rahayu yang saya tumpangi dalam perjalanan menuju Ngawi.

Alunan musik dangdut koplo dan dangdut ajep-ajep bisa dikatakan adalah salah satu fasilitas yang default yang dinikmati penumpang setia bus-bus trayek Surabaya-Jogja. Bus-bus yang masuk trayek ini antara lain Sugeng Rahayu, Mira, dan Eka. Dengan harga tiket yang cukup terjangkau, fasilitas AC, kecepatan bus yang dijamin ngebut abis (minimal bikin penumpang beristigfar selama perjalanan), dan masih ditambah full music dengan layar monitor video, sungguh sebuah kombinasi yang sangat memanjakan penumpangnya. Maka tak heran kalau naik bus ini selalu padat penumpang, bahkan bisa saya harus terpaksa berdiri selama perjalanan Ngawi - Solo.

Alunan dangdut masih mengalir, kali ini dari grup orkes antah berantah yang saya belum mengenalinya.

Berdasarkan pengamatan selama perjalanan saya bersama bus-bus Suroboyoan ini, ada tiga jenis video klip penampilan dangdut koplo ini.
Yang pertama adalah video klip dangdut koplo pada saat manggung di sebuah lapangan. Orkes dangdut tampil di sebuah area terbuka dengan panggung yang dikelilingi lautan manusia. Kadang-kadang ada segelintir orang melakukan dance temonholic di barisan paling depan (dance ini memang mantep untuk aliran dangdut yak'e-yak'e).

Kemudian jenis kedua adalah video klip orkes dangdut koplo yang tampil di suatu event hajatan. Saya pernah melihat dari video klip yang diputar di bus Suroboyoan ini menampilkan orkes koplo yang diundang untuk memeriahkan acara pernikahan dan acara sunatan. Sungguh makmur pemilik hajatan tersebut karena bisa mengundang grup orkes dangdut koplo di eventnya sendiri.

Dan jenis ketiga adalah video klip dangdut koplo yang memang dibuat secara profesional sebagai video klip lagu. Biasanya yang menggunakan video klip pro ini adalah penyanyi yang sudah punya nama di kancah dangdut koplo.

Lagu masih mangalun, kali ini Lagi Syantik dari Siti Badriah, tentu saja koplo version. Di tengah kelesuan musik Indonesia saat ini, genre koplo terus berinovasi, salah satunya dengan mengkoplokan lagu lain yang sedang ngehits. Namun bukan berarti dangdut koplo hanya mendaur ulang, justru dangdut koplo sangat banyak berkreasi melahirkan lagu-lagu baru dengan mengangkat tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya, kegundahan atas sikap suami/istri yang galak, menjadi lagu dengan judul Bojo Galak.

Saya tidak menyangka bisa mengenal dan mengamati genre dangdut yang satu ini, kalau bukan berkat jasa bus-bus Suroboyoan yang setia saya tumpangi ini. Saya jadi mengenal Sagita yang terkenal dengan tagline asol***nya itu, kemudian New Palapa dengan intro khas ketika memperkenalkan penyanyinya, dan beberapa orkes yang saya lupa namanya. Demikian juga dengan para penampilnya, misalnya Via Valen dan Nella Kharisma. Keduanya membawa saya ke dunia fan base Vianisti vs Nella Lovers. Atau nama-nama lain seperti Brodin dan Shodiq Moneta.

Demikian besar pengaruh bus-bus Suroboyoan dalam mengantar saya mengenal dangdut koplo / dangdut ajep-ajep / dangdut yak'e-yak'e / dangdut hokya-hokya. Maka tidak berlebihan kalau saya menyebut bahwa bus-bus Suroboyoan bukan sekedar sarana transportasi, mereka adalah agen budaya.

Comments