Mohon Bersabar Ini Ujian

Setelah "telolet" muncul fenomena yang sebenarnya sudah lawas namun booming  akhir-akhir ini yaitu "Mohon bersabar, ini ujian". Kata-kata tersebut kadang diselipkan pada video-video remix telolet. Kemunculannya membuat saya penasaran hingga akhirnya saya melakukan penelusuran.

Dan akhirnya saya mengetahui bahwa "Mohon bersabar, ini ujian" adalah kata-kata yang muncul pada sebuah video amatir yang diunggah di Facebook oleh akun Paijem Gembloong Wong Tulungagung. Video ini kemudian banyak diunggah ke Youtube, salah satunya adalah video yang diunggah pada 8 Mei 2016 ini

Menurut keterangan yang disebutkan dalam video tersebut, kejadian tersebut adalah sebuah fenomena ketika seorang pemuda galon (gagal move on) datang ke pesta pernikahan mantannya.

"Mohon bersabar. Ini ujian. Mohon bersabar, ini ujian. Ujian dari Allah." kata pembawa acara melalui pengeras suara.
"Ini adalah perjuangan. Mohon ditahan. Mohon ditahan emosi. Ini memang mengecewakan." ucap si pembawa acara.

Pemuda galon tersebut nampak diamankan oleh tamu undangan bahkan konon sempat dikeroyok tamu undangan dan para kerabat. Entah apa yang dilakukan pemuda galon tersebut hingga memicu keramaian massa.

"Istighfar Bapak, istighfar Bapak. Mending suruh pergi." ucap pembawa acara melalui microphone.
Di akhir video MC menyelipkan sebuah pesan moral, "Ini tindakan yang tidak bertanggung jawab. Setiap manusia punya rasa kecewa. Apalagi masalah cinta. Jodoh adalah di tangan Allah."

Ketika Mantan Menjadi Manten

Fenomena mantan menjadi manten adalah hal yang sangat lumrah dan normal, yang menjadikan kejadian ini sangat fenomenal adalah sikap pihak-pihak yang terlibat. Bisa kita ambil pelajaran dari pemuda galon yang diamankan tamu undangan ini bahwa ketika janur sudah melengkung hendaknya kita sudah berserah diri dan mafhum bahwa waktunya untuk ihklas dan legowo sudah tiba dan tak dapat ditunda-tunda lagi.

Saya dapat memahami bagaimana susahnya untuk menerima kenyataan yang mungkin diakibatkan kejadian di masa lampau yang sudah banyak dialami oleh pemuda galon tersebut. Namun hendaknya berpikirlah dengan akal sehat dan kepala dingin untuk menyikapi kenyataan pahit seperti ini karena akibat yang ditimbulkan adalah sungguh sangat viral. Alhamdulillah identitas pemuda galon dan mantannya tersebut tidak terungkap karena saya dapat membayangkan seandainya identitas mereka diketahui saya pasti sudah melihat mereka menjadi bintang tamu sebuah acara talk show.

Pesan Moral

Mari kita tela'ah dengan akal sehat fenomena ini. Sebagai manusia normal yang ditakdirkan berpasang-pasangan, adalah menjadi hak seseorang untuk menikah, termasuk hal ini adalah hak mantan. Untuk itu saya berpesan kepada siapapun, jangan biarkan perasaan mendominasi pikiran anda ketika patah hati. Ingatlah bahwa anda juga masih bisa menikah walaupun nggak jadi sama de'e yang itu, masih bisa sama de'e yang lain selama orangnya mau.

Kemudian apalah artinya emosi toh pernikahan mantan itu tidak bisa dihentikan, kecuali pada saat itu dunia kiamat. Mungkin pemuda galon di video tersebut sudah tercekoki oleh adegan drama di mana orang yang tidak setuju dengan pernikahan masih dapat menghentikan prosesnya karena pak penghulu (atau kalau di drama luar negeri, pak pendeta yang menikahkan) bakal tanya dulu apakah ada yang tidak setuju dengan pernikahan ini.

Apabila anda seperti pemuda tersebut, masih galon, sebaiknya jangan pernah datang ke nikahan mantan apapun yang terjadi. Ini demi kebaikan anda dan para tamu undangan. Anda tidak perlu sia-sia mengeluarkan emosi dan kekhusyukan tamu undangan menikmati sajian tak terganggu.

Apabila anda terpaksa harus datang ke nikahan mantan, datanglah dengan kepala tegak dan hati yang tegar. Tak perlu banyak bicara, lampiaskan saja yang anda rasakan ke hidangan yang tersedia. Tak perlu membawa kado ataupun ucapan bila memang anda tak rela, karena keikhlasan anda jauh lebih baik dari sekedar kado yang tertempel pita.

Terakhir mari kita tilik kembali pesan pembawa acara
masalah cinta, jodoh adalah di tangan Allah
Resapi dan sadari bahwa itu adalah benar. Sekeras apapun kita berusaha, namun bila Allah SWT belum memberikan jodoh dan belum ridho dengan cara kita menjemput jodoh ya masih luput saja. Mulai saat ini apabila kita menginginkan jodoh, berikhtiarlah dan bertawakallah.

Comments