Waspada Parkir Liar di Stasiun Paron

Hari ini (20 Mei 2017) saya naik kereta Kahuripan dari Lempuyangan menuju Paron. Kereta berangkat dari Lempuyangan pukul 02.52 WIB dan dijadwalkan tiba di Paron pada pukul 04.57 WIB.

Setelah menghubungi rumah, direncanakan saya dijemput bapak di Paron. Singkat cerita saya tiba di Paron menjelang pukul 5 pagi. Bapak saya telah menunggu di luar peron, masih di pelataran stasiun setelah gerbang masuk namun masih menunggangi kuda besinya. Saya keluar dari peron dengan memakai helm, nampam beberapa tukang ojek menawarkan jasa namun saya berlalu saja.
Setelah naik di sepeda motor bersama bapak yang masih duduk di atas sepeda motor tanpa memakirkan motornya tiba-tiba ada seorang bapak2 random memakai jaket hitam mendekati kami. "Parki mas", ucapnya. Hmm, jam segini masih gelap dan bapak yang duduk terus di atas motor kok dimintai parkir, dan penarik jasa parkirnya pun tidak meyakinkan karena tidak memakai seragam seperti yang biasa saya temui. Karena tidak mau repot, bapak kasih 2.000 ke orang tersebut. Eh ga dikasih kembalian ternyata, di kota sekecil ini rasanya 2 ribu untuk parkir tanpa karcis itu patut dipertanyakan.

Untuk itu perlu kita waspadai modus operandi parkir liar seperti ini. Saran saya sebaiknya ketika patkir di stasiun Paron, pastikan petugas parkir yang ada adalah petugas resmi. Biasanya juru parkir memakai seragam rompi oranye dan tarifnya pun ga lebih dari seribu (sayangnya kadang ga pakai karcis). Kalau terpaksa harus menjemput pada pagi hari seperti bapak saya, sebaiknya penjemput menunggu di luar gerbang stasiun agar lebih aman dari incaran juru parkir gelap. Sebaiknya berkoordinasi antara penjemput dan yang dijemput agar tidak bingung karena lokasi penjemputan yang tidak langsung di dalam area stasiun.

Comments