Ketika Anak Cewek Suka Traktor dan Alat-alat Permesinan

"Waduh bahaya ini, Kira kok seneng e malah nontoni traktor, backhoe, dan sejenisnya... duhdek kowe iki cewek lho"

Begitulah sebuah curhat colongan seorang teman, seorang ibu muda pengguna aktif aplikasi watsap. Nampaknya beliau khawatir dengan perkembangan buah hatinya yang nampak lebih tertarik pada mesin-mesin berat yang identik dengan kaum laki-laki sementara buah hatinya tersebut adalah seorang perempuan yang umumnya lebih akrab dengan alat-alat dandan atau alat-alat masak.

Saya bisa memahami, bagi sebagian besar orang tua apa yang digeluti dan digemari anak-anak harus sesuai dan mencerminkan gendernya. Menonton alat-alat berat seperti traktor atau backhoe nampaknya memunculkan kekhawatiran tersendiri kalau nanti sang anak perempuan akan tumbuh jauh dari kata anggun atau kurang kapabel sebagai calon istri idaman.

Btw, mari sejenak kita lihat dari sisi lain yaitu sisi positifnya. Mari bersyukur dan berprasangka baik dengan kondisi tersebut. Bisa jadi ketertarikan sang anak perempuan dengan traktor itu adalah jalan yang akan menjauhkannya dari perilaku negatif. Ia akan tumbuh sebagai anak cewek yang dijauhkan dari sifat hedon dan foya-foya, pikirannya tidak galau mencari malam minggu harus nongkrong di cafe mana atau khawatir melewatkan diskon online shop yang gencar berpromo di akhir bulan. Mungkin saja nanti ia akan tumbuh dengan pikiran maju, berawal dari traktor akan tumbuh kepeduliannya untuk memikirkan nasib para petani. Ia akan tumbuh dengan sebuah kegelisahan yang memicu semangatnya untuk berkontribusi memajukan bidang pertanian yang saat ini tidak banyak dilirik generasi zaman now, di mana para lulusan jurusan pertanian justru malah banyak menjadi pegawai bank. Ya, siapa tahu. Semua ini sangat penting demi harga diri Indonesia sebagai negara agraris.

Atau anda merasa itu terlalu muluk? Okelah tidak mengapa, mari kita andaikan dengan ekspektasi yang agak realistis. Mungkin saja nanti ketertarikan anak perempuan terhadap traktor dan backhoe itu adalah pertanda bahwa sang ibu nantinya akan mendapat mantu seorang mandor proyek. Ya, siapa yang tahu.

Karena apa yang diucapkan atau dituliskan bisa menjadi do'a. Semesta mengamini.

Comments