Android Developer Console : Early Access

2025 lalu saya mendengar sejumlah berita bahwa ada kebijakan baru dalam hal pengembangan aplikasi Android (native) bahwa nanti di versi Android terbaru engga bisa sembarangan install file .apk dari luar distribusi resmi (Play Store), alasan utamanya adalah keamanan. Instalasi program di luar mekanisme distribusi resmi dianggap sebagai celah keamanan. Saya bisa memaklumi kebijakan tersebut, dan memang celah keamanan itu valid. Hanya saja ada dampak besar yaitu membatasi pengguna Android yang suka ngoprek.

Dan ternyata setelah saya baca-baca lagi, instalasi program melalui file .apk di luar Play Store ini sebenarnya masih bisa namun diubah menjadi terbatas. Pengembang aplikasi harus mendaftarkan diri (verifikasi) ke Google, mirip seperti kalau daftar ke developer console supaya bisa upload ke Play Store yang bayar 25 USD itu bedanya yang ini gratis. Sampai saya menemukan link pendaftaran Android developer console early access https://developer.android.com/developer-verification/guides/early-access. Sekitar 10 tahun lalu saya sebenarnya sudah pernah sudah mendaftar dan sempat upload beberapa aplikasi, namun karena tidak telaten dan konsisten di sana akhirnya terpaksa harus merelakan akun saya ditutup oleh Google karena tidak aktif. Hingga akhirnya sekarang saya mendaftar lagi untuk memperoleh akses Android developer console yang baru. Saya tertarik untuk mendaftarkan akun developer console lagi tentu saja agar bisa menginstall app buatan saya sendiri di tengah pembatasan Google tersebut.

Setelah beberapa lama mendaftarkan diri untuk memperoleh early access, saya mendapatkan email notifikasi.


Segeralah saya mengklik tautan yang disediakan oleh Google tersebut. Nah ternyata di Android Developer Console yang baru ini, developer diberi 2 opsi tipe akun. 


Tipe akun yang pertama adalah Full distribution dan yang kedua adalah Limited distribution. Bedanya :
Full distribution adalah akun "normal" yang ditujukan untuk upload app ke Google Play Store, kita harus bayar 25 USD (1x bayar).
Limited distribution adalah akun "percobaan", ditujukan agar aplikasi yang kita buat bisa diinstall di perangkat Android tanpa lewat Play Store. Untuk keperluan ini tidak ada biaya (gratis), namun dibatasi hanya bisa sampai 20 perangkat saja. Dulu instalasi aplikasi tanpa Play Store ini bebas dilakukan, hanya tinggal kasih file .apk nya saja, namun sekarang beginilah mekanismenya : developer --> daftar akun Android Developer Console --> daftarkan package names --> file .apk aplikasi bisa diinstall ke perangkat Android (up to 20 devices) tanpa harus lewat Play Store. Sayangnya saat ini Limited distribution belum dibuka pendaftarannya.

Saya masih menimbang-nimbang apakah mau Full distribution sekalian atau menunggu Limited distribution bisa dipilih, sekali milih engga bisa ganti tipe akun. Hmm, menurut saya sebenarnya kita saat ini sudah butuh opsi OS mobile yang lebih terbuka dari Android setelah adanya pembatasan ini dan itu.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Inheritance (Pewarisan) di Java

Review Singkat Pilihan Transportasi Umum Rute Solo - Wonosobo

List Jurnal Ilmu Komputer / Informatika Terakreditasi SINTA