Rasa Nasionalisme di Era Kekinian
Setiap hari kerja pada jam 10 pagi, lagu Indonesia Raya diputar di
kantor-kantor pemerintahan, kampus, dan tempat umum seperti bandara dan
stasiun. Mengutip berita Tempo https://www.tempo.co/ekonomi/
Sebenarnya bagaimana rasa nasionalisme saat ini?
Nasionalisme atau rasa cinta terhadap tanah air adalah elemen penting
dalam hubungan warga negara dan negaranya, sering dijadikan sebagai
elemen pengikat yang menimbulkan kesadaran untuk memiliki tanah air
tempat tinggal untuk dijaga dan dibela.
Masalahnya, nasionalisme itu kadang malah dikikis oleh kelakuan aneh-aneh dari para pejabatnya. Saya rasa semua warga negara Indonesia pasti menjawab cinta sama Indonesia, tempat ia lahir dan dibesarkan, tempat setiap hari ia hidup mencari nafkah pencaharian. Namun ketika melihat kenyataan pahit semisal : tiap bulan udah kena pajak penghasilan tapi fasilitas umum kayak ga niat bikinnya, kepala lembaga anu pesan motor listrik yang harga satuannya mencapai lebih dari 10 kali UMR Jogja, atau seseorang pejabat yang minta untuk melakukan efisiensi namun pemerintah pusat malah kayak engga efisiensi, kunjungan ke LN jalan terus; saya kira banyak yang merasa "gini banget ya negara ini".
Nasionalisme seharusnya tidak sekedar jadi alat propaganda, nasionalisme harusnya ditempatkan jauh lebih luhur lagi sebagai alat untuk memperbaiki negara dimulai dari mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. To be fair, masyarakat juga perlu perbaikan, perilaku koruptif juga banyak terjadi di akar rumput. Tapi pemerintah itu punya power, tata kelola pemerintahan yang baik sangat diperlukan agar power, wewenang, dan kekuasaan yang dimiliki untuk mengatur masyarakat itu tidak disalahgunakan.
Comments
Post a Comment