Mengenang BlankOn Linux

Apa itu BlankOn? 

BlankOn adalah salah satu distribusi / distro Linux yang dikembangkan oleh pengembang asal Indonesia yang pertama kali muncul tahun 2004. Pada rentang tahun 2000an sampai 2010an, dunia perangkat lunak kode sumber terbuka di Indonesia sedang ramai-ramainya dengan pengembangan sejumlah distro Linux lokal yang ditujukan untuk pengguna dari negara Indonesia. Umumnya distro Linux lokal tersebut adalah hasil remaster dari distro lain yang populer seperti Ubuntu dan menyertakan antarmuka berbahasa Indonesia.

Pengembang BlankOn Linux

Pada awal kemunculannya, BlankOn dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI). YPLI adalah semacam organisasi yang mempromosikan penggunaan Linux di Indonesia pada awal-awal kemunculan Linux. Saat ini saya sudah tidak pernah mendengar nama YPLI, mungkin sudah non aktif. Berdasarkan penelusuran yang saya lakukan, terdapat nama yang pernah menduduki posisi ketua YPLI yaitu Rusmanto Maryanto. Nama tersebut adalah salah satu legenda hidup dalam perkembangan Linux di Indonesia. 

logo lawas BlankOn yang memang mirip dengan orang pakai blangkon

logo baru BlankOn Linux

Fitur BlankOn 

BlankOn Linux dikenal menggunakan Ubuntu sebagai basisnya, pada waktu itu banyak pengembang distro lokal yang menggunakan Ubuntu sebagai bahan racikan distronya karena reputasi Ubuntu yang user friendly dan banyak penggunanya. Sehingga akan memudahkan pengguna apabila distro racikannya mirip dengan Ubuntu. 

Berdasarkan dokumen scribd dan blog linexia, ternyata pada awalnya BlankOn menggunakan Fedora Core sebagai basis distronya yaitu versi BlankOn 1.0 (codename Bianglala) pada tahun 2004. Sebelum Ubuntu mengukuhkan diri sebagai distro sejuta umat, posisi tersebut memang ditempati oleh Fedora Core atau sekarang kita kenal sebagai Fedora. Kemudian pada rilis versi 2.0 dan seterusnya, BlankOn Linux menggunakan basis distro Ubuntu. Pada versi 8.0, BlankOn mengubah basis distronya ke Debian.

Secara umum BlankOn menawarkan fitur yang serupa dengan distro induknya. Namun fitur yang dikenal sebagai pembeda BlankOn dengan distro lainnya adalah antarmuka bahasa Indonesia dan desktop Manokwari yang dikembangkan sebagai pengganti Gnome Shell yang pada waktu itu muncul di Gnome 3. 

desktop Manokwari pada distro BlankOn

Kita dapat melihat jejak sejarah BlankOn pada halaman distrowatch https://distrowatch.com/index.php?distribution=blankon yang merekam versi rilisnya mulai dari tahun 2008 hingga 2018. Ternyata nama-nama yang pernah saya dengar di dunia IT saat ini seperti Estu Fardani dan Rania el-Amina pernah menangani rilis distro yang pernah menjadi kebanggaan anak bangsa tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Inheritance (Pewarisan) di Java

Review Singkat Pilihan Transportasi Umum Rute Solo - Wonosobo

List Jurnal Ilmu Komputer / Informatika Terakreditasi SINTA