Apakah Lulusan S2 dan S3 Harus Bisa Membuka Lapangan Kerja?
Berawal dari keributan soal LPDP di sosmed, saya mendapati sejumlah komentar di akar rumput yang menganggap bahwa lulusan S2 dan S3 seharusnya membuka lapangan kerja baru, bukan malah mencari pekerjaan. Hmm, benarkan demikian? Apakah memang lulusan S2 dan S3 itu dirancang untuk bisa membuka lapangan kerja baru?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita tengok UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Berikut ini akan saya jabarkan ke dalam beberapa poin penjelasan :
1. Pendidikan Tinggi
S2 dan S3 merupakan gelar pendidikan tinggi. Nah perlu kita pahami dulu, "apakah yang dimaksud dengan pendidikan tinggi itu"?
Dalam bagian ke-4 tentang Pendidikan Tinggi pada Pasal 19 Ayat (1) diuraikan sebagai berikut
"Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi."Jenjang S2 (magister) dan S3 (doktor) ini adalah jenjang pendidikan tinggi yang dilalui setelah S1 (sarjana). Nah muncul perbedaan "apa perbedaan S1, S2, dan S3"?
2. Perbedaan Jenjang Pendidikan Tinggi
Untuk menjawab pertanyaan mengenai perbedaan jenjang pendidikan tinggi, kita dapat merujuk ke Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Uraian lengkapnya sangat panjang, saya langsung ke intinya saja : Perbedaan jenjang pendidikan tinggi dapat dilihat pada "Kompetensi utama lulusan program studi". Berdasarkan Paragraf 2 tentang Standar Kompetensi Lulusan, di pasal 9 saya rangkuman poin-poin yang membedakan jenjang diploma, sarjana, magister, dan doktor sebagai berikut
a. Diploma (D3)
- menguasai konsep teoretis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum;
- mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas; dan
- mampu memilih metode yang sesuai dari beragam pilihan yang sudah maupun belum baku berdasarkan analisis data
b. Sarjana (S1)
- menguasai konsep teoretis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum dan khusus untuk menyelesaikan masalah secara prosedural sesuai dengan lingkup pekerjaannya; dan
- mampu beradaptasi terhadap situasi perubahan yang dihadapi;
c. Magister (S2)
- menguasai teori bidang pengetahuan tertentu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui riset atau penciptaan karya inovatif;
d. Doktor (S3)
- menguasai filosofi keilmuan bidang ilmu pengetahuan dan keterampilan tertentu; dan
- mampu melakukan pendalaman dan perluasan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui riset atau penciptaan karya orisinal dan teruji;
Nah, S2 dan S3 ini fokus utamanya di ranah akademik, pengembangan ilmu pengetahuan dan riset. Tidak ada kompetensi lulusan S2 dan S3 bisa membuka lapangan kerja baru.
3. Kompetensi membuka lapangan kerja
Jadi sudah terjawab, lulusan S2 dan S3 itu tujuannya pengembangan ilmu pengetahuan, mereka dituntut untuk melakukan riset.
"Trus gimana dengan urusan membuka lapangan kerja?"
Membuka lapanmgan kerja itu bisa dilakukan siapa saja tanpa terikat gelar akademik, namun setiudaknya beberapa poin ini harus terpenuhi :
a. Modal
Siapapun yang mau buka lapangan kerja, tentu harus punya modal. Jualan nasi pecel misalnya, harus modal dulu untuk beli bahan-bahan nasi pecelnya. Makin besar skala usahanya, makin besar modal yang dibutuhkan. Kalau warung nasi pecel bisa diurus sendiri, beda dengan membuka pabrik yang harus menggaji orang. Warung nasi pecel bisa pakai rumah sendiri, buka pabrik harus siap lahan dan seterusnya makin banyak komponen yang perlu disiapkan dengan modal fantastis.
b. Minat
Minat ini jelas, engga semua orang punya minat untuk jadi wirausahawan karena tuntutan dan pola kerjanya berbeda. Seorang wirausahawan dituntut punya sikap ulet dan berorientasi ke depan, dia memegang kendali penuh dalam pengambilan keputusan usahanya. Dia menjadi otak dan ujung tombak maju atau tidaknya usaha yang dijalankan. Berbeda dengan karyawan, beban psikologisnya relatif lebih ringan karena tidak ikut menentukan keputusan strategis.
c. Daya tahan
Menjalankan usaha perlu daya tahan mental yang kuat. Ini penting agar mampu mengatasi hambatan tak terduga dan masa-masa sulit yang ada selama berusaha. Backup finansial juga menjadi bagian dari daya tahan ini, ada kalanya usaha sepi yang mengakibatkan pemasukan turun sementara ada gaji karyawan yang harus dibayar.
Demikian, jadi mau lulusan D1, D2, D3, S1, S2, S3 ataupun lulusan SMA bahkan orang yang tidak mengenyam pendidikan semuanya bisa membuka lapangan kerja kalau setidaknya 3 unsur di atas dimiliki. Jenjang pendidikan tidak menentukan tanggung jawab dan kesempatan membuka lapangan kerja, jenjang pendidikan menunjukkan perbedaan standar sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dicapai mahasiswa dari
hasil pembelajarannya pada akhir program pendidikan tinggi.
Comments
Post a Comment