Posts

Kamu Mungkin Masih Ingat Janji yang Ini pas Duduk di Bangku SD Tahun 90an

Sore yang random ini ingatan saya berkelana ke jaman sekolah dulu. Gara-gara membaca status FB Agus Mulyadi (blogger dan redaktur web yang suka kontroversial itu), dia menuliskan istilah Kertangkes yang sungguh familiar bagi saya yang sekolah SD tahun 90an ini. Kalau teman-teman belum mafhum dengan istilah Kertangkes, dapat saya jelaskan bahwa Kertangkes adalah singkatan dari Kerajinan Tangan dan Kesenian, sebuah mata pelajaran yang mewarnai masa sekolah dasar saya dulu. Ngomong-ngomong soal masa SD, saya juga teringat dengan kegiatan upacara setiap hari Senin. Kalau dulu pernah sekolah, sampeyan tentunya pernah upacara juga, ealah. Ketika upacara itu terdapat beberapa prosesi pengucapan macem-macem teks yang harus diikuti oleh para peserta upcara. Mulai dari teks Pancasila, kemudian pembacaan teks Pembukaan UUD 1945, dan ada 1 lagi yaitu teks Janji Siswa. Janji Siswa ini adalah semacam ikrar yang memuat akhlak terpuji yang sebaiknya diimplementasikan oleh para siswa agar menjadi ...

Java Swing : Membuat Tampilan JLabel Jam

Image
Program desktop menggunakan Java Swing saat ini sebenarnya mulai ditinggalkan, ada JavaFx yang diproyeksikan menggantikan Swing untuk membuat tampilan UI desktop. Namun tak ada salahnya untuk saya share mengenai Java Swing, kali ini adalah membuat JLabel yang menampilkan tampilan jam (jam : menit : detik) yang diupdate setiap detiknya seperti gambar berikut : Untuk membuat tampilan seperti di gambar, buat class yang meng-extends JLabel, misalnya class ClockLabel berikut Untuk menggunakan class tersebut, buat JFrame baru dan tambahkan jLabel di dalamnya. Dalam tutorial ini saya menggunakan IDE Netbeans, code jLabel yang baru dibuat tadi perlu dicustomize. Caranya klik kanan pada jLabel kemudian pilih Customize Code. Selanjutnya ganti jLabel1 menjadi custom creation dan ubah code menjadi new ClockLabel(); Selesai, tampilan jLabel apabila program dijalankan akan memuat tampilan jam yang diperbarui setiap detik.

Ternyata Ada yang Lebih Penting Daripada Kebhinekaan!

Sebagai warga masyarakat yang mengikuti hiruk pikuk pemberitaan di media massa, saya mengamati bahwa pada era sekarang kata kebhinekaan sebagai istilah keren dari keberagaman sering sekali digunakan. Terutama apabila berkenaan dengan kejadian-kejadian tertentu yang dianggap intoleran dan sebagainya. Halah uwis, saya tidak sedang mengajak sampeyan untuk menilai kejadian-kejadian tersebut. Saya mau sedikit membahas mengenai istilah bhineka dan kebhinekaan. Bhineka Tunggal Ika, jaman SD dulu saya mengenal istilah tersebut dalam pelajaran IPS sebagai kosa kata yang dimunculkan sejak jaman dulu untuk mengistilahkankan berbeda-beda namun tetap satu, intinya itu. Dan memang dalam perjalanan bangsa kita, banyak perbedaaan di antara warga masyakarat oleh berbagai aspek mulai dari suku, agama, ras, etnis, maupun kelompok fans dan suporter. Kembali ke istilah kebhinekaan, pada tahun ini kalau tidak salah tagline HUT RI pada tahun 2017 ini adalah merdeka dalam keberagaman. Lagi-lagi berag...

Kamu Ga Bakal Nyangka! Ternyata Begini Cara Upload Foto ke Instagram Ga Pakai Aplikasi!

Image
Instagram atau IG saat ini cukup digemari dan banyak pengguna aktifnya. Sosmed berbagi foto ini menjadi andalan kawula muda bahkan emak-emak dan bapak-bapak untuk sekedar eksis, atau mengikuti berita dan gosip artis, bahkan pula bisa menjadi ladang bisnis. Sosmed yang dimiliki oleh Facebook ini mengharuskan penggunanya untuk menggunakan aplikasi mobile untuk dapat merasakan experience yang optimal mulai dari memposting foto hingga melihat Insta stories. Namun tahukah kamu kalau sebenarnya untuk sekedar posting foto ke IG bisa juga tanpa melalui aplikasi mobile di smartphone? Iya ini serius lho. Tentu ini sangat berguna sebagai cara alternatif untuk mengunggah konten ke IG. Oke, apa yang saya butuhkan untuk memposting foto IG tanpa melalui aplikasi mobile? Yang kamu butuhkan adalah web browser Google Chrome atau Chromium Caranya adalah dengan membuka instagram.com lewat Google Chrome / Chromium, kemudian klik kanan dan pilih Inspect Selanjutnya ganti user agent ke Android /...

Netbeans Riwayatmu Kini

Image
Sebagai pengguna pemrograman Java, saya menggunakan beberapa IDE salah satunya adalah Netbeans yang menjadi IDE pertama yang saya kenal. Saya amati Netbeans relatif lebih sederhana konfigurasinya dibandingkan dengan IDE lain misalnya Eclipse. Misalnya ketika ingin membuat frame Java Swing, di Netbeans tinggal klik menu sedangkan di Eclipse harus install dulu pluginnya. Maka tidak mengherankan ketika IDE ini sering menjadi pilihan utama yang digunakan dosen ketika mengajarkan OOP dan pemrograman Java di kampus. Seiring dengan perkembangan jaman dan dunia pemrograman yang dinamis, berkembanglah berbagai tool dan IDE untuk environment Java. Salah satu yang saya amati berkembang begitu pesat, dengan seringnya update reguler untuk memperbaiki bug dan penambahan fitur adalah IntelliJIDEA . Apalagi sejak Android Studio berganti base dari Eclipse ke IntelliJIDEA, perkembangannya semakin berkembang *halah. Di sisi lain Netbeans sedikit kurang "rame" perkembangannya. Salah s...

Waspada Parkir Liar di Stasiun Paron

Hari ini (20 Mei 2017) saya naik kereta Kahuripan dari Lempuyangan menuju Paron. Kereta berangkat dari Lempuyangan pukul 02.52 WIB dan dijadwalkan tiba di Paron pada pukul 04.57 WIB. Setelah menghubungi rumah, direncanakan saya dijemput bapak di Paron. Singkat cerita saya tiba di Paron menjelang pukul 5 pagi. Bapak saya telah menunggu di luar peron, masih di pelataran stasiun setelah gerbang masuk namun masih menunggangi kuda besinya. Saya keluar dari peron dengan memakai helm, nampam beberapa tukang ojek menawarkan jasa namun saya berlalu saja. Setelah naik di sepeda motor bersama bapak yang masih duduk di atas sepeda motor tanpa memakirkan motornya tiba-tiba ada seorang bapak2 random memakai jaket hitam mendekati kami. "Parki mas", ucapnya. Hmm, jam segini masih gelap dan bapak yang duduk terus di atas motor kok dimintai parkir, dan penarik jasa parkirnya pun tidak meyakinkan karena tidak memakai seragam seperti yang biasa saya temui. Karena tidak mau repot, bapak kasi...

Pengalaman Reschedule (Mengubah Jadwal) Tiket Kereta di Stasiun Lempuyangan

Hari ini saya memesan tiket kereta api Kahuripan untuk keberangkatan 18 Mei 2017 jurusan Lempuyangan - Paron lewat salah satu web e-commerce yang sedang naik daun yaitu bukal****. Harga tiket 84.000 rupiah dengan tambahan biaya administrasi 4.500, lumayan lah ini karena pengalaman saya dulu di situs online lain biaya tambahan biasanya antara 6.500 sampai 7.500 rupiah. Jadi total yang harus saya bayar adalah 88.500. Ndilalah karena sesuatu hal saya harus mengubah jadwal pulang saya menjadi 20 Mei 2017. Daripada mubadzir saya pun memutuskan untuk mengubah jadwal tiket kereta yang saya pesan karena telah saya lunasi tagihannya. Berbekal informasi hasil googling, saya diharuskan menuju stasiun untuk mengurusi pengubahan jadwal tersebut. Saya menuju stasiun Lempuyangan setelah sebelumnya minta ijin dari kantor. Saya pun mengantri ke customer service untuk mengurus reschedule tiket tersebut. saya dapat antrian CS ke 68 dan pada saat itu antrian sudah sampai ke 57. ...