Pembahasan UAS Mata Kuliah Pengembangan Aplikasi Bergerak

Soal no. 1 Pembahasan soal no. 1 Mendistribusikan aplikasi yang dibuat orang lain memiliki resiko yang besar terhadap akun Google Play yang kita miliki. Aplikasi yang dibuat orang lain bisa saja memuat malware ataupun konten yang tidak sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Google, apabila hal tersebut ada di aplikasi yang diminta untuk kita upload, akun Google Play yang kita miliki dapat dibanned oleh Google. Jadi tidak disarankan untuk menggunakan akun Google Play developer untuk mengupload aplikasi yang dibuat oleh orang lain tanpa memastikan source code dan konten yang ada di dalamnya. Apabila tetap ingin mengunggah aplikasi yang dibuat oleh orang lain sebaiknya gunakan akun baru yang terpisah dari akun yang biasa kita gunakan. Soal no. 2 Pembahasan soal no. 2 Tracking aktivitas user di smartphone lazim digunakan untuk menghadirkan iklan yang terpersonalisasi, atau iklan yang sesuai dengan preferensi user. Hal ini akan meningkatkan peluang sebuah iklan diklik oleh user karena mem

Jaringan Seluler

Menggunakan perangkat handphone atau smartphone, kita terhubung dengan jaringan seluler yang disediakan oleh provider. Ada banyak provider seluler di Indonesia misalnya Indotas, Temkoles, dan Smartparent *) nama provider diparodikan. Namun tahukah kalian mengapa disebut sebagai jaringan seluler (cellular networks)?

Ternyata nama jaringan seluler ini berasal dari penggambaran bentuk wilayah yang dilayani oleh jaringan seluler. Seperti yang terlihat pada gambar, sebuah wilayah dibagi menjadi sejumlah area yang lebih kecil yang nampak seperti sel-sel makhluk hidup yang saling berdampingan. Setiap sel menggambarkan area yang dijangkau oleh menara pemancar sinyal (VTS) yang ditunjukkan oleh titik di tengah sel.

Pada jaringan seluler dimungkinkan penggunaan spektrum radio secara efisien. Gelombang carrier dapat menggunakan kumpulan frekuensi yang sama tanpa mengalami interferensi. Misalnya pada gambar, A, B, C, D, E, dan F menggunakan channel yang berbeda. Namun channel A1 dan A2 sama, demikian pula D1 dan D2. Pola ini dapat diulang-ulang sehingga didapatkan jumlah menara pemancar dengan power yang lebih kecil dan spektrum radio yang lebih sedikit untuk melayani pengguna dalam jumlah yang sama. Setiap pengguna yang berpindah dari satu sel ke sel yang lain, mobile switching center akan mengatur pergantian infrastruktur pemancar yang melayani pengguna tersebut.

Referensi
https://www.theatlantic.com/technology/archive/2011/09/how-the-cellular-phone-got-its-name/245173/


Comments