Pembahasan UAS Mata Kuliah Pengembangan Aplikasi Bergerak

Soal no. 1 Pembahasan soal no. 1 Mendistribusikan aplikasi yang dibuat orang lain memiliki resiko yang besar terhadap akun Google Play yang kita miliki. Aplikasi yang dibuat orang lain bisa saja memuat malware ataupun konten yang tidak sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Google, apabila hal tersebut ada di aplikasi yang diminta untuk kita upload, akun Google Play yang kita miliki dapat dibanned oleh Google. Jadi tidak disarankan untuk menggunakan akun Google Play developer untuk mengupload aplikasi yang dibuat oleh orang lain tanpa memastikan source code dan konten yang ada di dalamnya. Apabila tetap ingin mengunggah aplikasi yang dibuat oleh orang lain sebaiknya gunakan akun baru yang terpisah dari akun yang biasa kita gunakan. Soal no. 2 Pembahasan soal no. 2 Tracking aktivitas user di smartphone lazim digunakan untuk menghadirkan iklan yang terpersonalisasi, atau iklan yang sesuai dengan preferensi user. Hal ini akan meningkatkan peluang sebuah iklan diklik oleh user karena mem

Tips Produktivitas : Membuat ToDo List

Selayaknya kaum pekerja, demikian pula para budak korporat, para pejuang nafkah memiliki banyak tugas yang harus dikerjakan. Hal itu juga saya alami yang sehari-hari harus bergelut dengan berbagai tanggungan yang seringkali saya akhirkan menunggu H-1. Walaupun hal seperti ini biasa dilakukan para deadliner namun sebenarnya menumpuk beban pekerjaan itu tidak sehat, baik secara fisik maupun mental. Anda akan mengalami letih, lelah, lesu, loyo setelah mengerahkan segala daya upaya untuk menyelesaikan deadline. Secara pesikologis, mental health anda akan menurun dan mudah untuk merasa tidak bahagian *halah.

Lalu bagaimana caranya agar kita tidak menumpuk pekerjaan?  

Jawabannya tentu sangat sederhana, kerjakan sesegera mungkin dan selesaikan. "Iya mas, semua orang juga tahu kalau jawabannya begitu. Trus apa dong gunanya ada postingan ini?" Tenang gaes, saya akan membagikan salah satu tips sederhana untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk.

Saya menggunakan metode memecah pekerjaan menjadi sub pekerjaan yang lebih kecil dan menuliskannya sebagai todo list. Setiap harinya saya menulis di kertas, apa saja yang harus saya kerjakan hari itu. Semuanya saya tulis, mulai dari tanggungan kerjaan di kampus hingga pekerjaan-pekerjaan di rumah misal nyuci baju. Apabila ada suatu pekerjaan yang scopenya begitu besar, misalnya sekarang ini saya sedang ingin menyelesaikan penulisan naskah buku, saya memecah pekerjaan tersebut menjadi bagian yang lebih kecil. Karena buku yang saya tulis adalah mengenai pemrograman, saya butuh mencoba menulis kode program. Menulis kode program X masuk ke daftar todo list saya hari itu. 

Todo list ini saya catat secara manual di secarik kertas dan saya letakkan di atas keyboard laptop, tujuannya agar saya lebih aware terhadap list tersebut. Kalau misal pembaca lebih suka cara digital, bisa juga menggunakan aplikasi. Saya sering menggunakan Google Calendar sebagai pengingat tugas yang harus saya selesaikan pada tanggal dan jam tertentu. Reminder akan tampil di smartphone sehingga memudahkan saya untuk membacanya.

Perlu diingat, setelah menulis daftar pekerjaan di todo list anda tetap harus menyelesaikannya. Karena todo list yang tidak dikerjakan adalah sebuah kesia-siaan belaka. Saya memberikan tanda berupa coretan ke pekerjaan yang sudah dilakukan. Kadang kala pada suatu hari daftar pekerjaan yang saya tulis di todo list begitu banyak, saya hanya dapat menyelesaikan sebagian saja. Menurut saya ini tidak masalah, daripada pada hari tersebut tidak ada satupun pekerjaan yang kita selesaikan. Kemudian pekerjaan yang masih belum dapat saya selesaikan akan saya munculkan lagi di todo list hari berikutnya. Dengan demikian setiap harinya kita tetap bisa berprogress, walaupun sedikit tidak apa-apa.

Demikian tips sederhana yang bisa saya bagikan. Sampai jumpa di tips-tips selanjutnya. Jangan lupa share artikel ini apabila anda merasakan manfaatnya. Terima kasih.

Comments