Pembahasan UAS Mata Kuliah Pengembangan Aplikasi Bergerak

Soal no. 1 Pembahasan soal no. 1 Mendistribusikan aplikasi yang dibuat orang lain memiliki resiko yang besar terhadap akun Google Play yang kita miliki. Aplikasi yang dibuat orang lain bisa saja memuat malware ataupun konten yang tidak sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Google, apabila hal tersebut ada di aplikasi yang diminta untuk kita upload, akun Google Play yang kita miliki dapat dibanned oleh Google. Jadi tidak disarankan untuk menggunakan akun Google Play developer untuk mengupload aplikasi yang dibuat oleh orang lain tanpa memastikan source code dan konten yang ada di dalamnya. Apabila tetap ingin mengunggah aplikasi yang dibuat oleh orang lain sebaiknya gunakan akun baru yang terpisah dari akun yang biasa kita gunakan. Soal no. 2 Pembahasan soal no. 2 Tracking aktivitas user di smartphone lazim digunakan untuk menghadirkan iklan yang terpersonalisasi, atau iklan yang sesuai dengan preferensi user. Hal ini akan meningkatkan peluang sebuah iklan diklik oleh user karena mem

Overthinking : Acara Tahun Baruan Buat Apa

disclaimer : tulisan ini hanya untuk hiburan

Hari ini, 31 Desember 2020, yang artinya nanti malam adalah malam tahun baru. Biasanya nih warga +62 seperti layaknya mayoritas warga negara lain pada bikin acara tahun baruan mulai dari sekedar bakar-bakaran di kos sampai acara yang difasilitasi pemerintah "Car Free Night" yang biasanya pusat ditutup ga boleh dilalui kendaraan pada saat malam tahun baru dan dipakai untuk panggung-panggung hiburan.

Tahun ini tentunya berbeda karena pandemi Covid-19. Beberapa pemda melakukan penutupan alun-alun dan memerintahkan tempat-tempat wisata untuk tutup lebih awal. Mari kita lakukan telaah dan pemikiran yang mendalam alias overthink, kalau dirasa-rasa lagi memang acara malam tahun baruan yang ramai-ramai itu tidak penting-penting amat. Berikut ini adalah alasannya :

1. Malam tahun baru tidak berbeda dengan malam-malam lainnya
Malam hari tanggal 31 Desember itu ya sama seperti malam lainnya: matahari sudah tenggelam, kondisi gelap, waktunya untuk istirahat. Tidak ada suatu fenomena fisik ataupun spirituil yang membuat malam hari tanggal 31 Desember menjadi berbeda dengan malam-malam lainnya. Perayaan tahun baru adalah event yang diada-adakan sehingga membuat malam hari tanggal 31 Desember menjadi lebih ramai daripada malam lainnya, coba kalau tidak ada perayaan tersebut : ya sebenarnya sama aja kan kayak malam sebelumnya. Jadi menurut saya malam tahun baru sebenarnya sama saja seperti malam hari tanggal 30 Desember atau tanggal lainnya.

2. Macet
Banyaknya warga yang keluar pada malam tahun baru membuat jalanan menjadi lebih padat, kendaraan yang lewat lebih banyak sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan pada malam hari. Walaupun akhir-akhir ini sudah diadakan kebijakan car free night untuk melarang kendaraan bermotor melewati pusat-pusat keramaian pada malam tahun baru, tetap saja kemacetan tidak bisa terelakkan di jalur alternatif. Jadi buat apa kita keluar malam-malam trus terjebak kemacetan.

3. Nyampah
Acara malam tahun baru selalu menyisakan sampah yang berserakan. Entahlah bagaimana warga negara kita ini, sudah tahu kalau kebersihan adalah sebagian dari iman tapi tetap saja buang sampah sembarang tempat. Biasanya tanggal 1 Januari pagi kalau kita keluar ke lokasi yang sebelumnya menjadi titik keramaian malam tahun baru pasti kita akan menemukan sampah yang dibuang warga. Tak tanggung-tanggung jumlahnya bisa sampai berton-ton. Jadi malam tahun baruan itu buat nyampah ya.

Demikian 3 alasan yang menunjukkan acara malam tahun baruan sebenarnya tidak ada juga tidak apa-apa. Jadi monggo, untuk sebagai wujud kepedulian kita mencegah penularan Covid-19, malam tahun baru 2021 ini kita isi dengan kegiatan moco Qur'an sakmanane.

Comments