Pembahasan UAS Mata Kuliah Pengembangan Aplikasi Bergerak

Soal no. 1 Pembahasan soal no. 1 Mendistribusikan aplikasi yang dibuat orang lain memiliki resiko yang besar terhadap akun Google Play yang kita miliki. Aplikasi yang dibuat orang lain bisa saja memuat malware ataupun konten yang tidak sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Google, apabila hal tersebut ada di aplikasi yang diminta untuk kita upload, akun Google Play yang kita miliki dapat dibanned oleh Google. Jadi tidak disarankan untuk menggunakan akun Google Play developer untuk mengupload aplikasi yang dibuat oleh orang lain tanpa memastikan source code dan konten yang ada di dalamnya. Apabila tetap ingin mengunggah aplikasi yang dibuat oleh orang lain sebaiknya gunakan akun baru yang terpisah dari akun yang biasa kita gunakan. Soal no. 2 Pembahasan soal no. 2 Tracking aktivitas user di smartphone lazim digunakan untuk menghadirkan iklan yang terpersonalisasi, atau iklan yang sesuai dengan preferensi user. Hal ini akan meningkatkan peluang sebuah iklan diklik oleh user karena mem

Review Konten Youtube : Jejak Si Bungul

Jika anda sering menonton televisi, tentu anda tak asing lagi dengan acara Jejak Si Gundul di salah satu stasiun tv swasta. Acara ini menampilkan Si Gundul, seorang pemuda setengah baya host yang memakai bandana untuk menutupi kepala plontosnya. Dalam setiap episodenya Si Gundul akan membantu warga sekitar untuk mengolah suatu bahan menjadi masakan dengan sentuhan kearifan lokal.

Jejak Si Bungul adalah parodi dari acara Jejak Si Gundul yang tayang di channel Ipul Hary. Si Bungul menampilkan hal-hal khas yang ada di acara Jejak Si Gundul, mulai dari host berbandana, mengolah bahan menjadi masakan dengan kearifan lokal, hingga narasi acara yang dibawakan oleh hostnya. Namun Si Bungul tidaklah 100% sama dengan aslinya, konten ini menambahkan unsur kedaerahan, kreator yang berasal dari tanah Borneo memasukkan unsur bahasa daerah Banjarmasin ke dalam konten yang dibuatnya. Pemirsa dari luar daerah tidak perlu khawatir kesulitan memahami kata-kata dalam bahasa daerah tersebut karena disediakan subtitle bahasa Indonesia dalam tayangan tersebut. 

Konten Jejak Si Bungul juga mengadopsi unsur-unsur wibu ke dalam materinya. Betapa tidak nama-nama tempat yang disinggahi Si Bungul sangat kental unsur wibunya, misalnya Desa Kumogakure, atau Desa Ikkeh, dan Danau Uciha. Kadang pula unsur wibu dimasukkan dalam nama bahan makanan, misalnya Daging Kurama khas Desa Akatsuki. Namun kadang Si Bungul memasukkan unsur India, misalnya dalam konten Sandwich Jengkol khas Desa Vrindavan.

Melihat berbagai olahan khas dari berbagai desa tersebut, air liur anda mungkin segera terbit. Namun jangan sampai tertipu dan terperdaya, karena semua masakan di dalam konten Si Bungul tidak bisa dimakan. Konten ini bukanlah konten food vlogger, saya sarankan anda untuk menonton food vlogger sungguhan apabila anda mencari review makanan. Jejak Si Bungul adalah konten makanan yang tersesat. Begitu pula Si Bungul tersesat dalam muatan kontennya, apabila anda masih di bawah umur, saya sarankan anda tidak menonton konten ini karena terdapat sejumlah plesetan yang implisit. Hmm, begitu banyak saya tulis tidak menyarankan untuk menonton konten ini, trus apa gunanya dong? Jejak Si Bungul adalah parodi yang begitu menghibur karena keabsurdannya, apabila anda mencari konten yang tidak jelas dan tanpa muatan edukasi, inilah konten yang anda cari. Referensi hal-hal khas wibu juga menjadi muatan yang menghibur sebagai alternatif dari konten wibu lainnya.


Comments